TUGAS 7 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE VI) dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA

 

TUGAS 7

(REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE VI)

Nama                            : Nur Fitriani

NIM                              : 20309251004

Kelas                            : S2 Pmat intake 2021

Mata Kuliah                : Filsafat Ilmu

 

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU

Menembus ruang dan waktu merupakan fenomena yang sangat mendasar dalam kehidupan kita, yang dibahas dalam filsafat. Menembus ruang dan waktu adalah fenomena hermenetik perjalanan semua yang ada dan yang mungkin ada. Menembus ruang dan waktu memiliki objek filsafatnya meliputi objek formal (bentuk atau wadah) dan objek material (isi). Pernyataan ini tidak bisa ditelan mentah-mentah orang awam, karena akan terkesan seperti suatu pemaksaan seperti yang tidak seharusnya. Sebenar-benarnya filsafat adalah penjelasan, maka ketika kita mampu menyebutkan wadah da nisi dalam suatu fenomena, kita harus mampu memberi penjelasan terhadap hal itu. Jika tidak mampu menjelasakan, hal tersebut hanya akan menjadi mitos.

Sebenar-benarnya hidup adalah berusaha menjadi/melakukan logos dan keluar dari  mitos. Logos adalah “memikirkan” sedangkan mitos adalah “tidak memikirkan”. Memikirkan dalam filsafat adalah penjelasan. Seorang filsuf yang mengatakan wadah adalah isi harus mampu menjelaskannya, bisa dengan cara memberi contoh. Contoh gelas adalah wadah air adalah isi, jika dilanjutkan air adalah wadah dan molekulnya adalah isi, dan seterusnya.

Untuk semua perkara, dari spiritual sampai ke semua pembelajaran matematika dapat dilihat dari sudut pandang wadah da isi. Kita ambil contoh dalil phytagoras misalnya, a^2 +b^2 =c^2 ini bisa dipandang sebagai isi ataupun sebagai wadahnya. Jika a^2 +b^2 =c^2 ini dianggap sebagai wadah, maka nilai-nilai pada contoh soalnya nanti akan merupakan isinya. Hubungan gambar segitiga siku-siku dengan a^2 +b^2 =c^2 adalah gambar tersebut merupakan contoh dari konsep segitiga siku-siku yang merupakan benda pikir dan ini berarti wadahnya, sedangkan isinya adalah benda konkret yang berbentuk segitiga siku-siku. Hal lain misalnya, manusia di pandang sebagai wadahnya, maka nama dari setiap individu itu adalah isinya.

Kedudukan dari realita dapat dipandang sebagai isi dari pikiran manusia. Filsafat adalah pikiran manusia, dan hidup sebagai spiritualitas addalah ciptaan Tuhan.  Maka pikiran kita akan tergantung pada perasaan dan keyakinan kita yang berdomilisi pada keimanan kepada Tuhan, maka pikiran akan termuat dalam hati. Pikiran yang tidak baik akan bisa dikendalikan oleh hati. Maka disinilah kita akan mengenal kuasa Tuhan yaitu kausal Prima yang merupakan sebab pertama dari ciptaan Tuhan.

Unsur dari tiga pilar filsafat yaitu ontologis, epistimologis, dan aksiologis. Salah satu dari 3 unsur ini tidak dapat diabagikan, karena jika salah satunya terbaikan maka unsur yang lainpun akan tidak memiliki nilai/manfaat. Misalhnya, kita memiliki suatu kebaikan dan kita sampaikan dengan cara yang tidak baik maka nilai kebaikan itupun akan hilang.

Struktur akan diintensikan serta diekstensikan dengan menggunakan bahasa analog. Bahasa analog inilah yang akan digunakan untuk menembus ruang dan waktu, maka akan dikatakan cerdas dalam filsafat ketika pikiran kita bisa menempatkan ruang dan waktu yang sesuai dengan metode ruang dan waktu. Semua hal yang ada dan yang mungkin ada itu semuanya memiliki struktur inilah yang disebut memiliki intuisi. Struktur yang paling sederhana adalah wadah da nisi, atau secara keseluruhan adalah fatal dan vital.

Dilihat dari struktur yang sederhana, struktur dunia dahulu itu ada dua, yaitu saya dan bukan saya atau saya dan lingkungannya. Maka filsafat fokus untuk memikirkan bagaimana terbuatnya lingkungan itu, apa bahan pembuatnya, serta apa hubungannya dengan individu yang ada dilingkungan tersebut. Filsafat pertama adalah filsafat alam dan berkembang menjadi aku adalah apa yang aku pikirkan, dan yang selain diriku adalah apa yang ada diluar pikiranku. Yang ada dipikiran adalah rasionalisme dan yang ada diluar pikiran menjadi empirisisme.

Pada jaman Auguste Compt menyebutkan struktur dunia ada tiga, yaitu dari bawah ada spiritualitas, metafisik, dan positivism. Secara metafisik, metode juga memiliki tiga unsur yaitu yang ada (kehadiran), mengada (kegiatan), dan pengada (produk/hasil). 

Ketika orang filsafat mengatakan diperdalam maka sebenarnya ia pun sedang meninggikan, begitupun ketika ia mengatakan sedang memperluas maka sejatinya ia pun sedang mempersempit, tapi semua ini harus disesuaikan dengan dimensinya. Semua hal memiliki metode, termasuk pembelajaran matematika pun memiliki metode. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

Metode berfikir harus memenuhi 4 komponen, yaitu sintetik, apriori, analitik, dan aposteriori. Sintetik adalah hubungan sebab akibat dari beberapa fenomena. Apriori adalah paham sebelum melihat, analitik adalah berjalan diatas konsep-konsep yang valid, hubungan antar konsep-konsep yang valid, aposteriori adalah paham setelah melihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2 Filsafat Ilmu Prof. Dr. Marsigit, MA

TUGAS 4 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE III) oleh dosen pengampun Prof. Dr. Marsigit, MA