TUGAS 5 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE IV) dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA

 Nama                            : Nur Fitriani

NIM                              : 20309251004

Kelas                            : S2 Pmat intake 2021

Mata Kuliah                : Filsafat Ilmu

 

AMANAH DAN ISTIQOMAH

Hidup harus dijalani dengan amanah dan istiqomah agar memperoleh kepercayaan oleh orang lain dang yang terpenting adalah dipercaya oleh Tuhan. Hidup adalah tentang ujian, tentang berusaha, dan tentang hermenetika. Pikiran manusia memiliki nilai yang tinggi, karena kodratnya manusia diciptakan adalah untuk berusaha berfikir. Karena dengan berfikirlah manusia dianggap ada. Semua ciptaan Tuhan khususnya manusia unsurnya adalah membangun.

Dalam filsafat, membangun adalah menembus ruangh dan waktu, maka tidak ada ciptaan Tuhan yang ada dan yang mungkin ada itu semua sejatinya akan menembus ruang dan waktu. Benda-benda yang ada didunia akan mengikuti pikiran manusia, yaitu benda yang bersifat ideal (yang ada didalam pikiran manusia) dan benda yang bersifat realita dan semua akan mengikuti karakter ruang dan waktu. Tapi, manusia itu memiliki sifat terbatas. Filsafat memiliki dimensi yang hierarki, karena salah satu metode filsafat adalah intensif, artinya filsafat itu semakin naik akan semakin sederhana (konvergen)  dan yang paling tinggi adalah kuasa tuhan, dan semakin turun akan semakin kompleks (divergen) yang disebut realita, dan tidak akan pernah selesai. Bahasa yang digunakan dalam filsafat adalah bahasa analog. Misalnya, analog dari sholat adalah hati.

Manusia dibagi jadi dua, yaitu the winner atau the luser. Jangan menjadi manusia yang pecundang. Lakukan lah ikhtiar semaksimal mungkin. Manusia tidak bisa belajar jika di bawah tekanan.

Metafisik dalam filsafat meliputi yang ada dan mungkin ada. Sejarahnya berawal dari Aristoteles. Yang ada dan yang mungkin ada memiliki struktur wadah (objek formal) dan isi (objek material), wadah meliputi isi dan isi meliputi wadah. Bagaimana epistimologi yang ada?

Ontologinya epistimologi adalah hakikat metode, ontology aksiologi adalah hakikat manfaat, dan epistimologinya ontology adalah metodenya hakikat. Bagaimana  hakikat bisa berkembang? Agar dimensi yang ada bisa meningkat menjadi mengada, dan yang mengada bisa meningkat menjadi pengada. Manusia meliputi ketiganya. Jika tidak ada satu, maka manusia tidak diakui eksistensinya.

Contoh yang ada, mengada, dan pengada:

Misalnya dalam perkuliahan, nama para mahasiswa tercantum dan terdaftar di presensi inilah yang disebut dengan ada. Kemudian, ketika mahasiswa tersebut mengikuti atau hadir dalam perkuliahan (baik daring maupun luring) saat itulah mahasiswa disebut dengan mengada, terakhir ketika mahasiswa melakukan dan memenuhi semua tugas-tugas kuliahnya hingga akhirnya berhasil membuat karya (contohnya tesis) maka saat itulah mahasiswa disebut dengan pengada.

Kesimpulannya, ada-mengada-pengada tidak dapat dipisahkan dan manusia harus melakukan lengkap agar dianggap ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 7 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE VI) dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA

Tugas 2 Filsafat Ilmu Prof. Dr. Marsigit, MA

TUGAS 4 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE III) oleh dosen pengampun Prof. Dr. Marsigit, MA