TUGAS E (MENYIMAK VIDEO MIKRO DAN MEMBUAT LAPORAN ) oleh dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA
TUGAS E (MENYIMAK DAN MEMBUAT
LAPORAN VIDEO MIKRO)
Nama : Nur Fitriani
NIM : 20309251004
Kelas : S2 Pmat intake
2021
Mata
Kuliah : Filsafat Ilmu
IKHTIAR
MELAKUKAN REFORMASI PENDIDIKAN
Pendidikan
bisa dinaikkan setinggi-tingginya dan bisa diturunkan serendah-rendahnya.
Secara spiritual, fungsi pendidikan adalah memfasilitasi agar peserta didik
agar menjadi “tahu” dan “paham” dan mengerti serta menjalankan perintah Tuhan.
Metode pendidikan harus menyesuaikan levelnya. Secara filsafat, fungsi
pendidikan adalah untuk memfasilitasi siswa dapat membangun hubungan dalam
hidupnya, hubungan terhadap Tuhan, maupun hubungan terhadap manusia dann
makhluk hidup yang lain. Secara psikologi sosial, fungsi pendidikan adalah
untuk memerdekakan siswa dengan cara menggunakan metode yang sesuai dengan
level peserta didik dan mengurangi intervensi guru dan memberikan kepada siswa
untuk melakukan aktivitas pembelajaran yang seluas-luasnya. Maka ada dua hal
tujuan dalam pendidikan, yaitu dilihat berdasarkan kepentingan guru, atau
berdasarkan kepentingan siswa.
Guru mewakili golongan tua atau golongan
penguasa, sedangkan siswa mewakili golongan muda atau rakyat. Kepentingan orang
tua/guru itu disebut dengan ambisi, tapi jika dilihat dari kepentingan siswa
maka disebut dengan kebutuhan. Berdasarkan metodologinya, pembelajaran
dibedakan menjadi dua, yaitu directed teaching (pembelajaran yang terkendali)
dan indirected teaching (pembelajaran yang kurang terkendali). Buatlah
pembelajaran yang menunjukkan aktivitas siswa, salah satunya pembelajaran
dengan menggunakan software flip dirancang
menjadi flip method teaching learning.
Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam pembelajaran matematika khususya pembelajaran online, antara
lain:
1.
Apersepsi (tidak harus selalu tentang
ingatan terhadap suatu materi yang lalu), karena apersepsi sejatinya bisa
ditunjukkan dengan semua
keterampilan/pengalaman yang melibatkan semua panca indra dalam hidup
(mendengar, berbicara, menulis, membaca, mejelaskan, melakukan, dan lain
sebagainya), diusahakan ketika kegiatan apersepsi semua siswa terlibat. Jika
dalam pembelajaran offline/luring, apersepsi baiknya dilakukan dengan memberi
soal kepada seluruh siswa mengenai materi apersepsi.
2.
Semua yang diucapkan oleh guru dikelas,
yang dianggap penting bahkan sangat penting semuanya harus ditulis agar
mempermudah siswa untuk memahami dan mengonsolidasi pemikirannya.
3.
Struktur pembelajaran harus tetap ada
(pendahuluan, inti, penutup) dan harus menggunakan LKPD (LKPD bukan kumpulan
soal, tetapi memuat langkah-langkah atau prosedur untuk menemukan konsep atau
prosedur matematika).
4.
Proses pembelajaran matematika tujuannya
adalah untuk membangun hidup (membangun matematika, menemukan konsep, menemukan
rumus), jadi pembelajaran matematika seharusnya memfasilitasi siswa untuk
menemukan konsep dan menemukan rumus matematika.
5.
Menurut aliran konstruktivism, guru
dilarang keras menjelaskan karena dianggap menghambat siswa dalam menemukan
ilmu pengetahuannya.
6.
Mengajak siswa membuat kesimpulan tidak
harus dengan memberikan pertanyaan kepada siswa, misalnya kesimpulan bisa
diambil dari proses kegiatan inti dengan menayangkan jawaban-jawaban siswa yg
ada pada kegiatan inti. Kesimpulan dibagi menjadi dua, yaitu kesimpulan
perantara dan kesimpulan akhir. Jadi masing-masing siswa diberi kesempatan
untuk memberi kesimpulan, sehingga diperoleh beberapa kesimpulan yang sama dan
kesimpulan yang berbeda, kemudian melakukan kegiatan bersama-sama mencari
persamaan dari beberapa kesimpulan yang diajukan.
7.
Jangan menanyakan kepada siswa “apakah
sudah membaca materi” tapi tanyakanlah “apakah kalian sudah menguasai
kompetensi ini”?
8.
Pada LKPD harus terlihat langkah-langkah
dari metode yang diterapkan (saintifik, realistic, teori bruner, dan lain
sebagainya).
9.
Kesimpulan bisa ditulis atau disampaikan
oleh siswa, karena kita berorientasi pada siswa.
Komentar
Posting Komentar