TUGAS F (MELAPORKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PARADIGMA YANG DITURUNKAN DARI BUKU PAUL ERNEST) dengan dosen pengampu mata kuliah Filsafat Ilmu Prof. Dr. Marsigit, MA

 

TUGAS F (MELAPORKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PARADIGMA YANG DITURUNKAN DARI BUKU PAUL ERNEST)

Nama                            : Nur Fitriani

NIM                              : 20309251004

Kelas                            : S2 Pmat intake 2021

Mata Kuliah                : Filsafat Ilmu

 

Questions and Answers on

PHILOSOPHICAL AND THEORETICAL GROUND OF

MATHEMATICS EDUCATION

Activity 1: Ideology of Education

Objective : Understanding various ideology of education

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion Question/Problem:

Followings are various ideologies of education:

Radical

Radikalisme bisa muncul dari berbagai elemen dalam pendidikan. Secara umum fenomena radikalisme dalam pendidikan lahir dari guru kepada siswa, dari siswa kepada guru dan juga dari orang tua/masyarakat kepada elemen elemen yang ada di dalam pendidikan.

Bentuk radikalisme dalam pendidikan tidak semuanya berupa aksi kekerasan, tetapi juga dapat diwujukan dalam bentuk ucapan dan sikap yang berpotensi melahirkan kekerasan yang tidak sesuai dengan norma-norma pendidikan. Sikap yang berpotensi melahirlan kekerasan tersebut berimplikasi kepada munculnya situasi dan kondisi sekolah yang tidak menyenangkan bagi siswa dalam belajar. Peran atau fungsi sekolah yang memiliki fitrah membimbing, mengarahkan siswa, tempat bermain dan belajar anak anak sekarang sudah berubah atau bergeser menjadi lembaga yang menakutkan, mencemaskan, menegangkan, bahkan menyiksa lahir dan batin para siswa. Mengapa demikian? Karena orientasi pendidikan sudah berkurang yang awalnya sebagai bagian dari proses penyadaran menjadi proses pemaksaan dalam mengetahui, memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Conservative

Paradigma Konservatif, dimana stratifikasi sosial dalam masyarakat merupakan suatu hukum yang alami, sebagai sebuah takdir ilahi. Dasar keyakinan yang dibentuk adalah bahwa masyarakat pada dasarnya tidak merencanakan perubahan atau mempengaruhi perubahan sosial. Dalam dunia pendidikan agenda utama seorang konservatif adalah melestarikan pola sosial dan tradisi yang sudah ada. Pembagian ke dalam dua definitif, baik secara teologis maupun sekuler lebih pada penjelasan yang menitikberatkan pada aspek bagaimana cara seorang konservatif mempertahankan sebuah tatanan yang sudah ada, terlepas tatanan tersebut bernilai rancu atau bahkan tidak tepat sama sekali. Konservatisme lebih berkecenderungan menempatkan pada posisi yang aman, yang meskipun nantinya secara sadar atau tidak sadar justru kondisi yang sedang dijalaninya mengandung berbagai macam kejanggalan dan kerusakan kesadaran yang tidak dapat berkembang sama sekali. Contohnya aturan pindah ruas yang diturunkan dari generasi-genarasi sebelumnya, padahal hal tersebut bisa diadakan perbaikan, namun pada aliran ini, guru memilih untuk tetap mengajarkan aturan pindah ruas karena dianggap lebih simple.

Liberal

Ideology pendidikan liberalisme merupakan ideology pendidikan yang berorientasi pada peserta didik bagaimana cara menyelesaikan masalah tentang kehidupannya sendiri secara efektif. Sering dipakai untuk konsep dasar pendidikan integrative. Dari sudut pandang kurikulum akan ditemukan konsep kurikulum yang integral antara teori dan prakteknya.

Humanistic

Teori humanistik memandang tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.

Progresive

Pembelajaran pendidikan progresif menurut John Dewey bertujuan pada pembelajaran demokratis dilakukan melalui metode pembelajaran yang sesuai dengan basic need peserta didik, sesuai dengan jenis dan materi pembelajaran, terdapat kontinuitas,simultansi,integrasi dan interaksi pengalaman belajar serta didukung oleh relasi sosial sehingga akan mampu melipatgandakan daya kritis peserta didik. Dalam pandangan Progresivisme, manusia harus selalu maju (progress) bertindak konstruktif, inovatif, reformatif, aktif dan dinamis. Sebab manusia mempunyai naluri selalu menginginkan perubahan-perubahan.

Socialist

Titik berat studi sosial adalah perkembangan individu yang dapat memahami lingkungan sosialnya, serta manusia dengan kegiatan intraksi antar mereka, dan anak didik diinginkan agar dapat menjadi anggota yang produktif dan dapat memberikan andilnya dalam masyarakat

Democracy

Paradigmatically, pendidikan demokratis adalah proses untuk mengembangkan semua potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekuensi dari keragaman budaya, etnis, dan agama. Nilai-nilai utama yang ditekankan dalam pendidikan demokratis adalah kesetaraan dan toleransi.

 

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Dari beberapa jenis paradigma pendidikan tersebut, menurut saya yang paling terpat digunakan dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah paradigma pendidikan yang bersifat demokrasi. Karena sejatinya individu akan lebih mudah dalam “belajar” jika diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajarnya masing-masing. Cara belajar yang telah di rancang kurikulum pendidikan yang sedang di terapkan saat ini belum tentu sesuai dengan cara belajar diinginkan siswa dan dapat membuat siswa nyaman. Sama halnya seperti soal matematika dengan tipe soal open ended, akan membuat siswa menjadi lebih kreatif dan peluang siswa menjawab benar akan lebih besar karena tidak harus di jawab dengan susunan kata-kata yang sama persis seperti yang ada dalam pikiran guru. Bahkan siswa bisa menemukan cara lebih mudah dan lebih simple dari apa yang dipikirkan guru. Maka dalam hal ini, kesiapan guru dalam merancang pendekatan/ strategi pembelajaran serta media pembelajaran yang disediakan itu cukup untuk melayani dan memfasilitasi proses belajar siswa.

Activity 2: Nature of Education

Objective : Understanding various nature of education

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of education:

Obligation

Semua warga negara wajib mengenyam pendidikan dasar formal minimal 12 tahun, dan bahkan mendapatkan pendidikan non formal sepanjang hayat.

Preserving

Pendidikan berfungsi untuk melestarikan budaya-budaya yang telah ada

Exploiting

Pendidikan sebagai wadah untuk mendayagunakan kemampuan siswa untuk dikembangkan dan diterapkan.

Transformating

Pendidikan memberikan perubahan pengetahuan, sikap, tingkah laku pada siswa

Liberating

Pendidikan membebaskan siswa dari kebodohan dan ketidaktahuan

Needs

Pendidikan merupakan kebutuhan rohani bagi manusia

Democracy

Pendidikan dijalankan atas dasar kebutuhan siswa, diatur dan dipilih sendiri oleh siswa

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan: dari beberapa jenis/sifat dari hakikat pendidikan, menurut saya yang paling banyak dampak positifnya adalah obligation + exploiting. Karena semua individu tanpa terkecuali, akan dapat di “cerdaskan/dibekali dengan kemampuan dasar” minimal dari wajib belajar 12 tahun, dari dari pendidikan yang dijalani selama 12 tahun itulah membuat individu memiliki kemampuan dasar, dan kemampuan dasar yang telah dimiliki dilanjutkan dengan exploiting yaitu mendayagunakan kemampuan dasar tersebut untuk dikembangkan dan terlebih penting individu tersebut mampu mengaplikasikan kemampuan tersebut.

Activity 3: The Nature of Mathematics

Objective : Understanding the nature of mathematics

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of mathematics:

Body of Knowledge

Kerangka ilmu yang terdiri dari factual (simbol-simbol), prinsipial (aturan, rumus-rumus, sifat-sifat, teorema-teorema, aksioma-aksioma, lemma, dan corolly, dan dapat pula diartikan bahwa matematika merupakan kerangka atau tiang utama yang menyokong berdirinya semua ilmu pengetahuan yang ada. Matematika adalah ratu sekaligus pelayan ilmu.

Science of truth

Matematika ilmu yang valid, dan bisa dibuktikan kebenaran dari jawabannya.

Structure of truth

Kebenaran ilmu matematika terstruktur dari defenisi, teorema, aksioma, lemma, corolly. Struktur yang dimaksud dalam matematika adalah membuat objek pikir yang abstrak menjadi konkret.

Process of Thinking

Didalam matematika memuat proses untuk memecahkan masalah yang melibatkan kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berfikir inovatif, dan penalaran.

Social Activities

Dalam aktivitas sosial melibatkan matematika, misalnya perdagangan lokal dan internasional.

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

 

 

Penjelasan:

Dari beberapa jenis/sifat dari hakikat matematika, menurut saya yang paling banyak dampak positifnya ketika diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah bagian process of Thinking + Social Activities. Dalam matematika ada banyak sekali materi dan kompetensi yang diharapkan bisa dicapai dan dikuasai oleh individu atau pembelajar matematika, tapi tidak semua dari individu yang belajar matematika akan menerapkan materi atau kompetensi yang diperoleh dari segi kognitif dan psikomotorik itu dalam profesinya/pekerjaannya/kegiatan sehari-harinya. Misalnya anak SMK bidang kesehatan jurusan perawat yang diajarkan materi integral dikelas XII, mereka tidak akan tertarik untuk memahami materi integral jika hanya diiming-imingi bahwa materi integral yang diajarkan ini nanti akan berguna di profesi perawat yang dia jalani, karena memang integral tidak diterapkan di bidang profesi keperawatan. Tapi selain kebermanfaatan konten matematika yang dipelajari, ada aspek afektif (sikap/moral/prinsip/emosional) dan kemampuan berfikir matematis (kritis/kreatif/inovatif/logis) yang ditanamkan, dikembangkan, dan dilatih melalui pembelajaran matematika disekolah. Dan aspek afektif yang positif dan kemampuan berfikir matematis (kritis/kreatif/inovatif/logis)  yang diperoleh oleh siswa melalui pembelajaran matematika itulah yang akan berguna disemua pekerjaan/profesi/kegiatan yang dilakukan setiap hari, yang mana pekerjaan/profesi/kegiatan yang dilakukan setiap hari itulah yang disebut dengan social activities. Moral yang baik dan kemampuan matematis yang mumpuni tidak akan berguna jika tidak digunakan dalam social activities.

Activity 4: The Nature of School Mathematics

Objective : Understanding the nature school of mathematics

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of school mathematics:

Search for pattern and relation

Materi dalam matematika itu saling berhungan dan membentuk pola, maka dalam pembelajaran matematika guru memfasilitasi siswa untuk dapat menemukan pola tersebut. Contohnya 103 , 102, 101, 100, 10-1, 10-2,  dst.

Problem solving

Didalam pembelajaran matematika, guru mengemas bahan ajar dalam suatu penyajian masalah atau problem possing yang didalamnya memuat scaffolding untuk siswa dalam mencapai kompetensi yang ingin dicapai, hingga pada akhirnya siswa teraltih berfikir sistematis, logis, kreatif, kritis, untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada didalam matematika maupun diluar matematika

Investigation/Research

Didalam pembelajaran matematika, guru memfasilitasi siswa untuk dapat melakukan reinvention yaitu melakukan penelitian atau pengamatan untuk dipandu “menemukan kembali” materi matematika factual, konseptual, procedural, prinsipial, dan metakognisi yang sudah pernah ditemukan oleh para matematikawan terdahulu

Communication

Didalam pembelajaran matematika, salah satu kemampuan yang wajib ditanamkan dan dikembangkan dalam benak anak adalah kemampuan komunikasi, komunikasi disini bisa secara lisan dan secara tulisan, tapi lebih di arahkan untuk dapat mengkomunikasikan pikirannya dan pemahamannya dalam bentuk kalimat matematika.

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Sebanarnya saya tidak bisa memilih satu dari empat sifat/jenis dari hakikat matematika sekolah yang ada, karena saya melihat kebermanfaatan sifat hakikat matematika sekolah yang ada itu akan terasa ketika keempat sifat itu semua terbungkus jadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Matematika sekolah yang mengandung sifat “Search for pattern and relation” ini menjadi konsep dasar dari sifat “Problem solving”, karena dalam melakulan pemecahan masalah siswa dipandu untuk menemukan pola atau hubungan dari unsur-unsur yang ada dan kurang dalam masalah yang disajikan untuk menemukan solusinya. Dilanjutkan dengan “Investigation/Research” yang artinya siswa memperoleh hal yang baru setelah mereka mampu menemukan pola dan melakukan pemecahan masalah matematika yang disajikan. Hal yang baru itu bisa berupa matematika yang konseptual, prinsipial, factual, procedural, maupun metakognisinya. Selanjutnya “Communication”, hal baru yang sudah didapat dari proses sebelumnya itu tidak akan dapat dipahami oleh orang lain jika kita tidak mampu mengkomunikasikannya. Jadi jelas terlihat disini bahwa 4 sifat hakikat matematika sekolah ini akan dirasakan manfaatnya ketika diramu menjadi satu kesatuan yang utuh dalam pembelajaran matematika yang diterapkan disekolah.

Activity 5: Moral of Mathematics Education

Objective : Understanding and implementing the moral value of math education

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various moral of mathematics education:

Good Vs Bad

Pendidikan matematika adalah wadah yang memiliki isi berupa melakukan pembelajaran matematika disekolah, pembelajaran matematika disekolah ini pun menjadi wadah yang isinya adalah penanaman dan pengembangan moral siswa. Pembelajaran matematika yang dilakukan disekolah tidak hanya mengembangkan aspek kognitif dan psikomotorik saja, tapi juga yang tidak kalah penting adalah aspek afektif (sikap/moral), beberaoa sikap/moral yang dapat diperoleh oleh siswa melalui pembelajaran matematika adalah kerja keras, pantang menyerah, ulet, gigih, teliti, bekerja sama, jujur, dan lain sebagainya.

Pragmatism

semua kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran matematika dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan dikehidupan nyata. Artinya matematika tidak hanya valid dan dapat dibuktikan kebenarannya, melainkan juga sangat memperhatikan kebermanfaatan ilmu matematika itu sendiri

Hierarkhies Paternalistics

paternalistik memeiliki sifat-sifat sebagai berikut: (1) menganggap siswa sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau siswa yang perlu dikembangkan, (2) bersikap terlalu melindungi, (3) jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinisiatif maupun mengambil keputusan sendiri (4) tidak memberikan kesempatan siswa mengembangkan imajinasi kreativitas, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Humanity

Pembelajaran matematika dilakukan dengan “mamanusiakan siswa”, artinya manusia diberi kebebasan untuk mengembangkan dirinya, siswa tidak di paksa untuk mejadi “tahu” seperti yang kita inginkan dengan cara kita, tapi difasilitasi untuk siswa menemukan caranya sendiri untuk menjadi “tahu”

Justice, Freedom

Matematika untuk semua. Semua siswa memiliki hak yang sama untuk dapat kesempatan belajar matematika dan diberikan kebebasan dalam menentukan apa yang butuh untuk siswa pelajari

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Dalam penerapannya pada pembelajaran matematika atau pengajaran matematika, hal yang paling penting dan bersifat sangat fundamental adalah moral. Orang yang berilmu akan kalah dengan orang yang bermoral, dan ilmu yang paling tinggi adalah tentang moral/adab/tatakrama.

Activity 6: Value Mathematics Education

Objective : Understanding and implementing the value of math education

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various values of mathematics education:

Intrinsic

Hal yang paling essensial dalam pendidikan matematika / pembelajaran matematika adalah bagaimana membuat siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran matematika itu memiliki kemampuan mengabstraksi sehingga dapat memahami berbagai konsep dalam matematika

Extrinsic

Hal ekstrinsik yang dapat diperoleh siswa dalam pembelajaran matematika di luar dari konten matematika itu sendiri adalah siswa terbentuk memiliki “mental baja” dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Systemic

Kemampuan yang diperoleh dalam pembelajaran matematika itu mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami disiplin ilmu yang lain dalam struktur ilmu pengetahuan

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain

Penjelasan:

Matematika adalah suatu disiplin ilmu yang dianggap tidak mudah untuk dipelajari dan dipahami untuk sebagian kalangan, dan menurut saya itu benar. Tapi, susah bukan berarti tidak bisa. Orang yang sudah diproses dalam proses belajar matematika, akan menjadi output yang memiliki kemampuan mengabstraksi yang luar biasa, dan mentalnya pun akan sangat kuat, tidak mudah menyerah, gigih, pantang putus asa dan lainnya yang membuat siswa akan berhasil melalui proses belajar matematika tersebut sehingga siswa dianggap memiliki kemampuan yang luar biasa, dan kemampuan itu dapat digunakan untuk beradaptasi dalam memahami disiplin ilmu yang lain.

Activity 7: The Nature of Students

Objective : Understanding the nature of students

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of students:

Empty Vessel

Siswa diperlakukan seperti “ceret kosong” yang akan di isi oleh guru melalui rancangan pembelajaran student centered oleh guru

Character Building

Siswa diperlakukan sebagai seorang individu yang ingin dikembangkan karakternya oleh guru

Creativity

Siswa diperlakukan oleh guru sebagai individu yang memiliki daya kreativitas yang tinggi

Growing like a seed constructing

Siswa diperlakukan oleh guru, seperti sebuah benih yang sedang tumbuh dan berkemang yaitu dengan dianggap mempu mengkonstruksikan pemikiran dan pemahamannya

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Dari 4 sifat/jenis dari hakikat siswa, menurut saya yang paling tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah “Growing like a seed constructing” yang maknanya adalah semua individu yang diberi kesempatan hidup oleh Tuhan pada dasarnya sudah dibekali pula oleh Tuhan untuk setiap individu dapat tumbuh dan berkembang, maka siswa hanya butuh dibantu berkembang dengan cara difasilitasi dan diberikan scaffolding yang tepat guna, tepat waktu, dan tepat cara kepada siswa/individu agar dapat melalui proses tumbuh dan berkembang yang optimal baik dari segi fisik mapun psikisnya. Kerena terkadang jika salah penanganan, guru/orang dewasa berpeluang untuk melakukan “penghinaan intelegen” kepada siswa dan mematikan daya kreativitas yang dimiliki oleh siswa.

Activity 8: The Nature of Students’ Ability

Objective : Understanding the nature of students’ ability and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of students’ ability:

Talent Given

Guru memfasilitasi siswa agar menemukan bakat yang sesungguhnya dalam dirinya

Effort

Siswa memiliki kemampuan melakukan berbagai upaya agar dapat mencapai kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran matematika

Need

Siswa merasa butuh untuk mengembangkan kemampuannya melalui pembelajaran matematika

Competency

Siswa sangat berkompeten dibidang eksakta khususnya matematika, biasanya siswa seperti ini disebut dengan siswa yang dominan otak kiri, cenderung tidak menyukai pelajaran bahasa, sastra, seni, dan olahraga

Culture

Siswa memiliki kemampuan-kemampuan matematik dari budayanya

Contextual

Siswa memiliki kemampuan matematik dalam hal yang kontekstual atau informal

its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain

Penjelasan:

Menurut saya, “Talent Given”  paling tepat dan memberikan dampak positif yang paling banyak dalam penerapannya di pembelajaran matematika. Alasannya karena kita tahu bahwa setiap individu yang dilahirkan semua dan tanpa terkecuali itu memiliki perbedaan. Bahkan individu yang dilahirkan kembar saja itu pun pasti memiliki perbedaan dengan kembarannya. Kita sebagai guru/orang tua harus menghargai semua perbedaan individu yang ada, terlebih pada perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh individu. Kita kenal bahwa ada anak yang disebut dengan “dominan otak kanan”, “dominan otak kiri”, dan “dominan otak tengah”.  Pada siswa yang dominan otak kanan, dia akan cenderung tidak menyukai ilmu eksakta seperti matematika, kimia, fisika, yang melibatkan hitung-hitungan dan logika, tapi anak yang dominan otak kanan ini cenderung menyukai bidang sastra, seni, musik, dan olah raga yang melibatkan imajinasi dan perasaan. Pada siswa yang dominan otak kiri ini negasi dari siswa yang dominan otak kanan, yaitu siswa yang dominan otak kiri cenderung lebih menyukai bidang eksakta yang melibatkan pemikiran logis bukan melibatkan perasaan, dan tidak menyukai bidang seni, sastra, music, dan olahraga. Adapula siswa yang dominan otak tengah atau biasa dimaknai dengan keseimbangan fungsi kerja antara otak kanan dan otak kirinya, tapi ini sangat langka. Oleh karena itu, dari perbedaan itulah kita sebagai guru/orang dewasa tidak dapat mendeskreditkan bakat dan minat natural yang ada dalam diri siswa hanya karena memaksakan khendak orang dewasa bahwa anak harus unggul dibidang yang diinginkan oleh orang tuanya, bukan pada bidang yang diinginkan oleh anak. Jadi, seharusnya guru mata pelajaran apapun, itu fungsinya adalah untu menjadi fasilitator yang memfasilitasi dan memberi pelayanan kepada siswa untuk dapat membantu siswa menemukan jati dirinya,  dan membantu siswa menemukan minat dan bakatnya yang seseungguhnya.

Activity 9: The Aim of Mathematics Education

Objective : Understanding the aim of mathematics education

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various aims of mathematics education:

Back to basic (Arithmetics)

Menguasai matematika dasar berupa aritmatika yang digunakan dalam memahami dasar-dasar disiplin ilmu yang lain

Sertification

Untuk mendapat pengakuan dari seluruh pihak bahwa siswa ini telah mampu memiliki berbagai kemampuan matematik dan hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap kemampuan siswa dalam hal yang lain

Transfer of Knowladge

Menyalurkan konsep-konsep matematika yang telah ditemukan oleh matematikawan terdahulu kepada generasi-generasi berikutnya

Creativity

Meningkatkan kemampuan kreativitas siswa, yang akan berguna untuk siswa dalam survive mengikuti perkembangan jaman.

To develop people comprehensively

Untuk mengembangkan semua kemampuan dalam diri siswa secara keseluruhan

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

“To develop people comprehensively” merupakan sifat dari hakikat pendidikan matematika yang paling baik untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika/pendidikan matematika, karena seperti yang kita tahu bahwa matematika adalah ratu sekaligus pelayan dari semua ilmu pengetahuan. Artinya, pendidikan matematika yang memiliki prinsip untuk mengembangkan secara keseluruhan semua kemampuan yang ada dan yang mungkin ada dalam diri siswa, ini menjadi modal untuk siswa bisa bekembang pada bidang-bidang yang lain. Karena kemampuan yang diperoleh dalam pendidikan matematika itu digunakan oleh semua disiplin ilmu/bidang yang lain.

Activity 10: Nature of Learning

Objective : Understanding theory of learning and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various theories of learning:

Work Hard, Exercises, Drill, memorize

Belajar itu artinya harus bekerja keras untuk memahami ilmu pengetahuan, berlatih hingga berhasil memiliki kemampuan memecahkan masalah, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebagai percepatan pemahaman.

Thinking and Practice

Melakukan proses berfikir terhadap hal yang ingin dipahami terkait ilmu pengetahuan, dan melakukan praktiknya agar siswa memiliki keterampilan.

Understanding and Application

Setelah melalui proses belajar, siswa tidak hanya mengerti secara teori tapi juga aplikatif dalam menerapkan teori yang di pahami

Exploration

Belejar itu menjelajah hingga menemukan “sesuatu” yang valid

Discussion, Autonomy, Self

Belajar itu melakukan diskusi untuk menyampaikan pendapat dan belajar mendengarkan pendapat orang lain, hingga akhirnya mengambil keputusan mana yang masuk dalam logika yang tepat dan mana yang tidak sesuai.

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Menurut saya, sifat dari hakikat belajar yang paling tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran adalah Thinking and Practice à Understanding and Applicationà Discussion, Autonomy. Belajar pada mulanya adalah suatu kegiatan yang melibatkan proses berfikir, kemudian untuk mengeluarkan hasil pikirannya, diterapkanlah dalam sebuah praktik, hasil dari praktik yang dilakukan akan menjadi “sesuatu” yang benar-benar dipahami oleh siswa. Setelah paham, siswa mampu mengaplikasikan kegunaannya untuk semua keperluan dalam hidupnya. Kemudian siswa bisa mendiskusikannya dengan orang lain naik yang sebaya maupun yang berkompeten dibidangnya untuk dapat mengeksplor, mengonsolidasi, atau memberi kritik dan saran yang membangun sebagai bentuk evaluasi agar adanya perbaikan dan pengembangan.

Activity 11: Nature of Teaching

Objective : Understanding the theory of teaching and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method Group Discussion

Question/Problem: Followings are various theories of teaching:

Transfer of Knowladge

Melakukan transfer pengetahuan dari otak guru ke otak siswa

External Motivation

Memberi motivasi kepada siswa

Internal Motivation

Menumbuhkan motivasi dari dalam diri siswa

Construction

Membantu siswa dalam membangun pemahamannya

Discussion

Menjalin diskusi yang baik dengan siswa, baik diskusi antar siswa maupun diskusi siswa dan guru

Investigation

Melakukan pengamatan dengan melakukan percobaan, menanya, mengumpulkan data, menalar, mengambil keputusan, dan membuat kesimpulan

Development

Mengembangkan pemahaman dan kemampuan yang sudah ada

Facilitanting

Memfasilitasi siswa untuk dapat memahami secara mendalam, dan memiliki kemampuan untuk dapat mengaplikasikan pengetahuannya

Expository

pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Sifat yang tepat pada hakikat mengajar yang sebenarnya adalah External Motivationà Internal Motivationà Facilitanting, guru menjadi pemberi/pendorong motivasi dari luar untuk menumbukan motivasi dalam diri siswa, karena apapun yang dilakukan dengan semangat itu akan mempermudah siswa dalam melalui proses belajarnya. Kemudian dalam pengajarannya guru hanya perlu menjadi fasilitator untuk siswa belajar memahmi dan mengembangkan pemahaman dan kemampuannya.

 

Activity 12: Theory of Teaching Mathematics

Objective : Understanding the theory of teaching mathematics and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various theories of teaching mathematics:

Expository

Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung.

Problem Solving

Problem solving adalah satu pengolahan kognitif penting yang terjadi selama proses pembelajaran, dan mengacu pada usaha orang untuk mencapai tujuan karena mereka tidak memiliki solusi otomatis. problem solving mengacu pada pemrosesan kognitif yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan ketika peserta didik dihadapkan masalah yang pada awalnya belum diketahui metode solusi pemecahannya secara langsung.

Memorize

Mengajar matematika denga metode menghapal hanya menekankan pada pentingnya ingatan siswa

Drill

Dengan memberikan penugasan terbimbing

Discussion

 

metode diskusi ialah suatu cara penyajian bahan pengajaran dengan guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatif dalam pemecahan masalah". Keuntungan model pembelajaran diskusi yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dan menjadikan mereka lebih aktif sehingga interaksi yang berlangsung selama proses pembelajaran tidak hanya terfokus pada guru tetapi adanya interaksi antara siswa dengan siswa lainnya menjadi lebih terfokus  sesuai dengan pembelajaran yang berlangsung di kelas.

Practical Work

Mengajar matematika dengan mengajarkan cara-cara praktis dalam menyelesaikan soal atau permasalahan

Development

Mengembahkan bahan ajar dengan tujuan untuk dapat mengembangkan kemampuan matematis siswa

Facilitating

Menjadi fasilitator untuk siswa juga mampu menerapkan kemampuan matematisnya dalam disiplin ilmu yang lain

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

“Problem Solving” adalah metode pengajaran matematika yang mampu membuat siswa bersaing secara international. Karena pada pengajaran matematika dengan menggunakan Problem Solving, siswa sudah familiar dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan dalam pembelajaran matematika. Dilihat dari kemampuan siswa menerapkan langkah-langkah yang benar dalam pemecahan masalah, inilah yang menjadi tujuan utama dalam pembelajaran matematika.

Activity 13: The Nature of Teaching Learning Resources

Objective : Understanding the nature of teaching learning resources

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of teaching learning resources:

White Board, Chalk, Anti calculator

Sarana dan prasarana pembelajaran matematika yang menggunakan papan tulis putih, kapur, dan menggunakan anti kalkulator seperti sempoa

Teaching Aid

PPT, LKPD, buku paket, maupun berbantuan teknologi digital

Visual Teaching Aid for motivation

Menggunakan geogebra, website desmos, dan lain sebagainya

Various resources/environment

Menggunakan situasi dan kondisi lingkungan siswa untuk membelajarkan matematika kepada siswa

Social Environment

Menggunakan interaksi yang terjadi dilingkungan siswa

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Pengajaran tradisional atau konvensioanl yang monoton hanya menggunakan papan tulis dan kapur/spidol terkesan memperlihatkan tidak adanya pembaharuan dan pengembangan dalam dunia pendidikan dan proses pembelajaran yang diterapkan disekolah. Padahal seiring dengan kemajuan jaman, pembelajaran dapat menggunakan integrasi media pembelajaran yang lebih canggih dan ramah lingkungan untuk meningkatkan daya tarik, daya ingat, pemahaman, dan keterampilan siswa. Misalnya penggunaan PPT, LKPD, buku paket, maupun berbantuan teknologi digital seperti geogebra, website desmos, kahoot, quiziz, classroom, dan lain sebagainya dalam pembelajaran.

Activity 14: The Nature of Assessment

Objective : Understanding the nature of assessment and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of assessment:

External Test

Penilaian yang dilihat dari kegiatan konkret yang dilakukan oleh siswa

Portofolio

Penilaian portofolio merupakan metode penilaian berkesinambungan dengan berbagai kumpulan informasi atau dokumentasi hasil pekerjaan seseorangyang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu dan disimpan pada suatu bendel secara sistematis dan terorganisir

Social

Penilaian yang melihat hubungan sosial siswa dengan orang lain di lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan rumah, namun terkhusus lingkungan sekolah

Contextual

Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Jadi bukan pilihan ganda

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Penilaian yang paling tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran menurut saya adalah portofolio + Contextual (authentic assessment). Karena penilaian harus dilakukan secara berkesinambungan untuk dapat dilihat apakah ada peningkatan atau penurunan yang dialami oleh siswa dalam kurun waktu yang ditentukan, dan ini juga bisa mempermudah kita untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan atau penurunan yang dialami oleh siswa. Kemudian aspek yang dinilai harus meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dapat menjadi pertimbangan guru dalam memberikan penilaian kepada siswanya.

Activity 15: The Nature of Society

Objective : Understanding the nature of society and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of society:

Diversity

Memiliki keragaman sifat dalam masyarakat, dilihat dari ras, suku, budaya,dan lain sebagainya

Monoculture

Lingkungan yang memiliki budaya tunggal

Desentralisation

Terpusat pada satu lingkungan dan dalam satu kultur budaya

Competency

Terjadi kompetisi terhadap kompetensi yang dimiliki oleh masyarakat

Multiple Solution

menemukan lebih dari satu cara dalam menyelesaikan suatu masalah matematika yang diberikan yang terdapat dalam lingkungan masyarakat

Heterogonomous

Heteronomi adalah sikap manusia dalam bertindak dengan hanya sekadar mengikuti atural moral yang bersifat eksternal, suatu tindakan baik hanya karena sesuai dengan aturan moral dengan menggunakan prisip pembiaran sesuatu selain hukum moral untuk menentukan apa yang mesti dilakukan dalam bertindak, dan disertai perasaan takut atau bersalah

Social Capital

Social capital adalah sumberdaya yang terdapat pada individu maupun kelompok masyarakat yang terhubung dalam sebuah jaringan (network), yang terkait dalam relasi yang bersifat institusional maupun non-institusional, dan saling menguntungkan satu sama lain

Local Culture

Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sekelompok orang, dan diwariskan turun temurun untuk generasi ke generasi. Budaya terdiri dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, bahasa, adat istiadat, bangunan, alat, pakaian, dan karya seni. wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain

Penjelasan:

Menurut saya Multiple Solution pada The Nature of Society paling baik untuk diterapkan dalam pengajaran, penyajian masalah yang bersifat open ended dan semua kemungkinan jawaban sudah tersedia dalam lingkungan masyarakat. Hal ini akan mempermudah siswa dalam proses belajar dan mencari tahu, yang dilakukan oleh siswa.

Activity 16: The Nature Curriculum

Objective : Understanding the nature of curriculum and its implication

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of curriculum:

Instrument Curriculum

SKL, Standar isi, Standar proses, dan Standar penilaian

Subject based Curriculum

Kurikulum yang berbasis materi pelajaran, jadi kurikulum yang merancang siswa harus menguasai semua materi dalam matematika

Integrated Curriculum

Kurikulum yang dirancang dengan menggabungkan dasar dari beberapa kurikulum

Knowladge Based Curriculum

Kurikulum berbasis pengetahuan adalah kurikulum yang menitik beratkan pada pentingnya pengetahuan awal siswa dan pengetahuan yang harus dimiliki siswa

Competent based Curriculum

pengajaran berbasis kompetensi adalah keseluruhan tentang pembelajaran aktif (active learning) dimana guru membantu siswa untuk belajar bagaimana belajar dari pada hanya mempelajari isi (learn how to learn rather than just cover content). Lebih mementingkan cara belajar siswa.

Individual Curriculum

kurikulum individu adalah kurikulum yang memperhatikan perbedaan individu, kurikulum ini diperlukan ketika seorang siswa diberikan tingkat tahun yang lebih rendah atau lebih tinggi

Interactive Curriculum

Kurikulum yang dirancang untuk mengedepankan hubungan interaktif baik antar siswa, siswa ke guru, maupun guur ke siswa.

ICT Based Curriculum

Kurikulum yang dirancang untuk mengintegrasikan ICT didalam proses pembelajaran

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Sebenarnya saya lebih memilih ICT Based Curriculum sebagai perancangan kurikulum yang tepat untuk dunia pendidikan mengingat saat ini sudah memasuki era 4.0 yang mana semua aktivitas akan melibatkan teknologi digital, oleh sebab itu ICT Based Curriculum sangat tepat untuk menggiring warna negara Indonesia untuk bisa survive mengikuti perkembangan jaman. Tapi, ICT Based Curriculum akan terasa kurang efektif dalam penerapannya karena kita tahu bahwa tidak semua warga negara dan instansi pendidikan di semua daerah di Indonesia mampu memiliki sarana dan prasarana untuk mengikuti pembelajaran dengan kurikulum berbasis TIK. Karena pertimbangan itulah, yang menbuat saya mengambil alternative pilihan Competent based Curriculum, yaitu kurikulum yang menitikberatkan pencapaian kompetensi oleh siswa dalam pembelajaran yang dilakukan, jadi tidak hanya memperhatikan materi yang disampaikan tapi juga memperhatikan bagaimana cara siswa untuk belajar mencapai kompetensi yang diinginkan.

Activity 17: The Nature Students’ Learn Mathematics

Objective : Understanding the nature of students’ learn mathematics

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of students’ learn mathematics:

Individual

Siswa belajar matematika secara individual

Competition

Siswa belajar matematika dengan cara berkompetisi dengan siswa lain

Motivation

Siswa belajar matematika dengan bermodalkan semangat dalam dirinya

Readiness

Siswa dalam keadaan siap untuk belajar matematika

Scaffolding

Siswa diberi scaffolding oleh fasilitator (guru/tentor/tutor) dalam belajar matematika

Collaborative

Siswa saling berkolaborasi dengan teman sebayanya dalam belajar matematika

Constructing

Siswa melakukan proses “membangun” pemahaman maupun keterampilan dalam belajar matematika

Contextual

Siswa belajar materi-materi yang bersifat kontekstual dalam pembelajaran matematika

Enculturing

Siswa di dorong keingintahuannya terhadap matematika

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain.

Penjelasan:

Constructing artinya Siswa melakukan proses “membangun” pemahaman maupun keterampilan dalam belajar matematika. Ini lebih dikenal dengan belajar secara bermakna. Dikatakan bermakna karena siswa terlibat aktif dari proses awal membangun sampai akhir proses yaitu siswa berhasil paham terhadap sesuatu dan memiliki keterampilan akan hal tersebut. Ini membuat siswa akan mengingat makna dari proses belajarnya dalam jangka waktu yang lama.

Activity 18: The Nature Mathematical Thinking

Objective : Understanding the nature of mathematical thinking

Materials : Posed problems or questions, handout and supporting references

Method : Group Discussion

Question/Problem:

Followings are various natures of mathematical thinking:

Subyective

berfikir matematis yang bersifat subyektif artinya adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang

Obyective

Berfikir matematis yang bersifat objektif artinya adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Mengahsilkan pemikiran yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan, dan reliable

Producing

Berfikir matematis akan menghasilkan sebuah produk, dalam matematika contohnya adalah siswa dapat membuat suatu kesimpulan dari proses pemecahan masalah yang dilakukan

Reflecting

Berfikir matematis dapat menjadi cerminan dalam menciptakan inovasi-inovasi yang baru dalam matematika

Critizising

Berfikir matematis artinya juga sangat kritis terhadap suatu keadaan atau terhadap suatu masalah yang diberikan. Mampu mengkritik dan memberikan sudut pandangnya

Constructing

Berfikir matematis juga mampu membangun sebuah pemahaman baru yang dikembangkan dari konsep yang ada

Social Activity

Berfikir matematis dapat menciptakan aktivitas sosial baik dilingkungan sekolah, lingkungan rumah, dan lingkungan masyarakat

Atittude

Berfikir kreatif dapat memperbaiki dan meningkatkan sikap dalam bertata karma dengan lingkungan

Content

Berfikir matematis dilihat dari isi atau sajiannya adalah permasalahan yang harus melibatkan kemampuan berfikir komplek, berfikir tingkat tinggi.

Method

Mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, membuat kesimpulan, dan mengevaluasi

Conjecture

Dalam berfikir matematis, siswa harus membuat atau menyusun serangkaian dugaan

Embodiment

Berfikir matematis diwujudkan dalam kemampuan berfikir kritis, kreatif, inovativ, dan logis

Discuss its implication to mathematics teaching practice? Which one of them is the most favorable for you and your teaching? Explain

Penjelasan:

Hakikat dari berfikir matematis yang sesungguhnya itu adalah Obyective yaitu Berfikir matematis yang bersifat objektif artinya adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Mengahsilkan pemikiran yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan, dan reliable. Dan berfikir matematis diwujudkan dalam kemampuan berfikir kritis, kreatif, inovativ, dan logis .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 7 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE VI) dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA

Tugas 2 Filsafat Ilmu Prof. Dr. Marsigit, MA

TUGAS 4 (REFLEKSI KULIAH FILSAFAT ILMU VIDEO CONFERENCE III) oleh dosen pengampun Prof. Dr. Marsigit, MA